Trip

Lintasan Tergenang Banjir, Puluhan Kereta di Cirebon dan Jakarta Dibatalkan

genangan air kembali meningkat di petak jalan Stasiun Pekalongan-Stasiun Sragi akibat hujan yang masih terjadi pada Minggu pagi

Cirebon (KABARIN) - Curah hujan yang masih tinggi kembali berdampak pada perjalanan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon membatalkan 28 perjalanan kereta api akibat banjir yang menggenangi lintasan rel, baik di wilayah Jawa Tengah maupun sejumlah titik di Jakarta, pada Minggu pagi.

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan genangan air kembali meningkat di petak jalan Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi, seiring hujan yang masih mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.

“Per pukul 08.00 WIB, terdapat beberapa perjalanan KA yang melintas di wilayah Daop 3 Cirebon yang terpaksa dibatalkan,” ujarnya dalam keterangan resmi di Cirebon.

Tak hanya di Jawa Tengah, genangan air juga terpantau di beberapa titik jalur rel wilayah Jakarta. Lokasi terdampak antara lain Stasiun Kampung Bandan, Stasiun Jakarta Gudang, Stasiun Jakarta Kota, serta petak jalan Stasiun Jakarta Kota–Stasiun Tanjung Priok.

Menurut Muhibbuddin, keputusan pembatalan diambil demi mengutamakan keselamatan perjalanan dan keamanan pelanggan. Langkah ini dilakukan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan akibat kondisi lintasan yang belum aman dilalui kereta.

Sejumlah kereta api yang perjalanannya dibatalkan meliputi KA Argo Bromo Anggrek, Argo Sindoro, Argo Muria, Argo Anjasmoro, Blambangan Ekspres, Brantas, Menoreh, serta beberapa perjalanan KA Kaligung dan KA Ciremai.

“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi,” kata Muhibbuddin.

Selain pembatalan, KAI juga menerapkan rekayasa pola operasi berupa pengalihan rute atau perjalanan memutar untuk sejumlah kereta. Beberapa KA seperti Argo Anggrek, Sembrani, Pandalungan, dan Jayabaya dialihkan melalui jalur alternatif guna menghindari titik banjir.

KAI Daop 3 Cirebon terus melakukan pemantauan intensif dan pemeriksaan teknis di lintasan terdampak. Petugas prasarana dan sarana telah dikerahkan untuk melakukan normalisasi jalur, penguatan badan rel, serta penanganan genangan air.

Dalam penanganan dampak banjir ini, KAI juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, serta instansi teknis terkait agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan aman.

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memberikan pengembalian bea tiket 100 persen bagi penumpang terdampak. Pengajuan refund dapat dilakukan melalui loket stasiun maupun Contact Center 121, paling lambat tujuh hari sejak tanggal pembatalan.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar lintasan segera dinyatakan aman dan perjalanan kereta api kembali normal,” tutup Muhibbuddin.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026
TAG: